TERKADANG MENGUTIP
ITU UNTUK MENYADARKAN DIRI
Perilaku bisnis yang tidak
beretika nyatanya hampir terjadi di seluruh
negara. Misalnya, pada kasus yang terjadi di Asia, Mitsubishi Electric,
perusahaan Jepang yang terlambat menarik
produk televisinya padahal produk tersebut bisa
menyebabkan terlalu panas (overheat) dan kebakaran. Di Indonesia,
praktik bisnis yang tidak beretika
semakin terkuak setelah rezim Orde Baru runtuh pada awal tahun 1998. Banyak kasus dan skandal yang
mewarnai praktik bisnis bahkan sampai
saat ini seperti KKN (korupsi, kolusi, nepotisme), menyuap, memalsukan, menipu, menyelewengkan uang/barang milik
perusahaan atau negara, menerima uang
dengan menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi dan sebagainya. Dari kasus korupsi Edi Tanzil yang membobol
BAPINDO sebesar 1,3 tr…
Dari kasus korupsi Edi Tanzil
yang membobol BAPINDO sebesar 1,3 triliun,
penyalahgunaan dana BLBI oleh beberapa pengusaha besar, konflik
perusahaan tambang asing yang beroperasi di Indonesia, seperti ; PT. Newmont di
Teluk Buyat NTT dan PT. Freeport di Papua sampai dengan kasus Lapindo
Brantas yang merusak ekosistem dan
peradaban komunitas di Porong, Sidoarjo
(Rudito 2007:10)
Fakta lain memperlihatkan bahwa
semakin sedikit perusahaan yang memiliki kategori baik. Dari hasil penelitian
tehadap 2.000 perusahaan di AS mengungkapkan banyak terjadinya perilaku yang
menyimpang (unethical behavior) yang dihadapi para manajer antara lain
penyalahgunaan narkoba dan alkohol, pencurian barang dan properti perusahaan
oleh para kru, konflik kepentingan antar manajer da…
dan properti perusahaan oleh para
kru, konflik kepentingan antar manajer dan pemilik perusahaan, isu terkait
quality control, diskriminasi ras, gender dalam perekrutan dan promosi jabatan,
penyelewengan uang perusahaan, penutupan
pabrik atau perusahaan, pemecatan kru tanpa gaji atau pesangon, penyalahgunaan
aset perusahaan, serta polusi dan perusakan
lingkungan akibat limbah yang dihasilkan pabrik atau perusahaan (Amin,
2010:5).
‘Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati
lillahi robbil alamin’ (Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya
untuk Tuhan Semesta Alam). Seseorang dapat dikatakan taat dan beriman apabila
ia mempunyai niat dalam melakukan tindakan semata karena Allah. Hal ini
mencerminkan besarnya wilayah ketergantungan manusia dengan Sang Pencipta, maka
tauhid adalah
landasan utamanya. Selain itu
nilai suatu pekerjaan akan menjadi ibadah ketika diniatkan untuk beribadah
kepadaNya.
Globalisasi merupakan salah satu
cara untuk mengembangkan perusahaan, selain itu mempermudah alur pertukaran
barang maupun informasi yang terkini. Globalisasi yang terjadi secara besar –
besaran ditanggapi secara berbeda – beda oleh masyarakat didunia. Globalisasi
telah menciptakan kekacauan besar dalam struktur sosial. Peran agama menjadi
nihil, terjadinya dekadensi etika-moral,
kemiskinan semakin merajalela,
banyak terjadi kriminalitas, bunuh diri (suicide) akibat stres dan depresi
hidup karena serba bersaing, korupsi pejabat di dunia dan semakin menggurita
untuk menyelamatkan diri dari tuntutan hidup keluarga, dan sebagainya.
Lumajang, 3 Agustus 2024
Comments
Post a Comment